Paul Pogba dan Bruno Fernandes serangan baru untuk Manchester United

By | Desember 10, 2020

Manchester United mengalahkan Sheffield United tiga gol yang tidak terjawab di Old Trafford, Rabu (24/6) waktu setempat. Laga ini merupakan laga perdana Bruno Fernandes dan Paul Pogba bermain bersama sejak awal pertandingan. Skema yang diterapkan Ole Gunnar Solksjaer serta performa mulus Bruno dan Pogba terbukti menjadi tiga poin bagi Man United.

Kedatangan Bruno memang membawa perubahan bagi Man United meski Pogba masih cedera di awal kedatangan Bruno. Pogba kini telah pulih dan kembali bermain untuk Man United. Ole kini memiliki dua pemain berkualitas di lini tengah sehingga serangan Man United lebih berwarna. Tanpa mengesampingkan fase defensif dan transisi, artikel ini berfokus pada fase menyerang Man United yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu improvement, mid-third, dan last third, menontonnya di dewapoker online.

Membangun
Pada fase build-up, saat bola masih berada di area sendiri, Man United membentuk formasi 3-3-1-3. Nemanja Matic akan membantu Victor Lindelof dan Hary Maguire dalam membangun serangan dari bawah. Fungsinya adalah agar Man United unggul dalam jumlah pemain di fase ini melawan dua striker Sheffield, Lys Mousset dan David McGoldrick.

Paul Pogba cukup dekat untuk menjadi pusat sehingga dia tidak bisa menjadi pilihan umpan, tapi itu tidak menjadi masalah. Jika pemain Sheffield menumpuk di tengah, secara otomatis akan tersedia ruang di sayap untuk bek belakang. Selain itu, kesadaran dan posisi Bruno Fernandes yang baik memungkinkan Man United untuk membuat kemajuan langsung bila memungkinkan, tanpa melalui Pogba.

Meski Pogba tidak mendapatkan bola langsung dari bek tengah atau Matic, ia akan menjadi pilihan umpan saat bola dikuasai oleh fullback. Saat bola berada di Luke Shaw atau Aaron Wan-Bissaka, Pogba akan memposisikan dirinya sebagai opsi umpan sekaligus membentuk berlian bersama Bruno dan sang penyerang sayap.

Pertengahan Ketiga
Ketika bola berada di antara garis tengah lapangan dan sepertiga terakhir lapangan, Man United akan menumpuk pemain di satu sisi lapangan, mencoba menerobos pertahanan lawan melalui sisi itu. Man United tidak mengubah arah serangan dengan cepat karena pembagian pemain terfokus di satu sisi. Skema tersebut didukung oleh striker spesial Anthony Martial yang suka memainkan kombinasi hingga Man United menang atau sama.

Kerja tim dan keterampilan membaca permainan yang baik dari masing-masing pemain sering kali mempersulit pertahanan Sheffield. Contohnya ada pada gambar di bawah ini ketika Mason Greenwood memberi ruang kepada Martial untuk menerima umpan dari Pogba. Martial kemudian bekerja sama dengan Marcus Rashford untuk memberinya ruang di sisi kanan. Pola serangan ini menghasilkan lemparan yang diakhiri dengan gol pertama Martial.